To my hunny, Mr Desinger

Apa kamu sayang aku?
Aku tahu, kamu tidak menginginkan aku mempertanyakan sayang yang kamu beri. Aku tahu bahwa perbuatan itu jauh lebih berarti untuk menunjukkan kasih sayang, dan kamu telah melakukan semua itu.
Tapi, lagi-lagi, yang bisa aku tanyakan padamu adalah:
‘Apa kamu sayang aku?’

Yang kutahu, jika aku menyayangi seseorang, aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Aku tidak akan menyia-nyiakannya dan tidak akan membuatnya kecewa. Aku akan berpikir jauh ke depan untuk membuatnya tersenyum ceria dan merasakan bahwa ia akan merindukan saat-saat aku berada di sisinya jika aku tidak bisa bersamanya. Aku akan berusaha selalu berada di sampingnya dan membuat perasaannya damai, dalam keadaan apapun aku dan dia. Dan aku akan menjadi seseorang yang ia yakin akan beranjak tua bersamanya.

Apakah aku telah menjadi seseorang yang kamu sayangi?

Sayang,
Kalau kamu memang sayang aku, kamu pasti tidak akan membiarkan aku bertanya-tanya seperti ini, meraba-raba kemungkinan perasaanmu beberapa bulan terakhir. Berada di dalam celah kecil kehidupan yang mempertanyakan keberadaan dirimu, atau apakah aku benar-benar menginginkan atau membutuhkanmu.

Tahukah kamu,
Kamu seakan telah menjadi duniaku? Kamu orang yang ada untukku di kala aku drop dan membutuhkan semangat untuk bangkit kembali. Kamu memberiku kata ‘luv u’ yang seketika mampu menghentikan laju berputarnya duniaku untuk beberapa saat.
Namun, di dalam sini aku berusaha untuk tidak merasa memilikimu..
Kenapa? Aku merasa dengan begitu akan lebih mudah bagiku untuk melepaskanmu suatu hari nanti, jika itu memang perlu untuk membuatmu bahagia. Aku tahu, itu akan terasa sangat menyakitkan.
Tapi sekarang inilah aku,
sebagai seseorang yang ‘mengharapkan’ kamu memang benar-benar sayang aku.

Dan Hunny,
Kalau kamu memang sayang aku,
Aku percaya kamu akan melakukan yang terbaik untukku,
mendorong untuk mengejar kebahagiaanku, dengan atau tanpa kamu.
Aku percaya kamu akan berjuang untukku.

Aku harap kamu bisa mengambil waktu untuk berpikir matang. Aku percaya, kamu bisa melakukan itu dengan kedewasaanmu. Aku percaya, kamu akan menemukan seseorang yang kamu sayangi lebih dan butuhkan untuk berada di sisimu seterusnya. Aku percaya, kamu akan memberikan yang terbaik untukku.

Mungkin kamu akan meradang, terluka, kecewa, menjauhkan dirimu dariku selama beberapa waktu, atau bahkan membenciku. Aku tahu, itu semua adalah konsekuensi yang harus kuemban akibat mempertanyakan rasa sayangmu. Aku mohon maaf sekali lagi. Tapi ini semua memang harus aku lakukan. Kamu pasti mengerti.

Apapun itu, tolong bicarakan denganku.

I look forward soon to hear from u.
Luv u and always miss u, Kartika.

~ by ikoiko on November 25, 2008.

3 Responses to “To my hunny, Mr Desinger”

  1. wew… that’s rite, sis…
    but he got to fight for u,, or u’d better leave him..
    cm itu kok, g susah..

  2. Mr. designer tu pacar baeko???

  3. Bingung ya,sepertinya rumit gitu sih?
    Saling membantu sesama insan untuk kebaikan adalah hal yang biasa. Namun akan menjadi rumit bila hal tersebut dikaitkan dengan perasaan cinta, kenapa? Karena biasanya cinta selalu dikaitkan dengan perasaan ingin memiliki sendiri, mirip dengan monopoli. Pada hal monopoli adalah praktek yang tidak baik ya ?! Lebih runyam lagi apabila cinta dikaitkan dengan wajah yang menawan, status sosial, kekayaan, kekuasaan, dlsb. Bila masih menawan, masih cinta, bila karena sesuatu hal menjadi tidak menawan, maka tidak cinta lagi. Pada hal cinta itu indah dan agung apabila dibarengi dengan rasa ikhlas. Bila seseorang menaruh perasaan cinta, mestinya dia akan berusaha agar orang yang dicintai berbahagia, tanpa berharap mendapat hal yang serupa.Contoh cinta orang tua kepada anaknya, biarpun anaknya tidak menawan, tidak pintar, tidak sempurna, namun hal hal tersebut tidak mengurangi perasaan cinta orang tua tersebut. Allah menciptakan semua hal berpasangan, laki laki yang baik untuk perempuan yang baik. Dunia tidak selebar daun telinga, siapa takut . . . ?!!!

    @ Pak’e No2
    Stuju Pak.. cuma cinta itu gak semudah yang kubayangkan dulu. Ternyata penuh cobaan dan godaan. Hahahaha
    Bantu aku yah Pak

Leave a Reply