Teka-Teki Metabolisme

fat20cat Pernahkah kamu bertanya:
"Kok aku gak bisa gendut yah walopun udah makan banyak banget?" atau sebaliknya,
"Frustrasi! Frustrasi! Masak udah berkorban gak makan malam, tapi gak turun sekilopun??"

Hahahaha. Sejujurnya, saya itu termasuk ke dalam golongan orang yang nanyain pertanyaan kedua :-P walopun gk sampe frustrasi.. Depresi sih udh pernah ngalami. Hehe, gk ding. Tapi sekarang pas saya mengurangi jatah makan krn gk nafsu makan (termasuk gk makan nasi untuk makan malam), berat saya malah nambah 2 kilo (jadinya berapa nih? Rahasia donksss). HELP!! Pertanyaan utama yg muncul di kepala adalah: ‘Kok bisa yah nambah, padahal kan inputnya berkurang..’ Kalo di teknik kimia , berlaku persamaan ini:

laju akumulasi di dalam sistem = laju massa yang memasuki sistem – laju massa keluar sistem + laju generasi di dalam sistem

(Ahahaha, gpp yah sedikit ‘nyeleneh’ kyk gini. Kan emang sesuai kenyataan)
Laju massa yang memasuki sistem jelas-jelas berkurang dan laju massa yang keluar sistem konstan. Nah, karena terjadi akumulasi positif yang signifikan, saya jadi bingung, sibuk menerka-nerka kemungkinan penyebabnya. Kenapa yah?

biskuat Hipotesis #1: Terlalu rajin ngemil
Saya ini orangnya gampang tergoda sama makanan ringan yang tersedia, seperti wafer coklat Super..man-nya Roma (keren loh, hanya dengan 500 perak kamu bisa ngerasain wafer coklat yang mantap), Richeese Rolls (kejunya booo.. gk nahan. Harganya segituan juga, tapi rasanya bikin saya merem-melek pas ngembat itu), dan Gery Chocolatos (sama kayak Rolls, tapi rasa coklat. Grade-nya kira-kira sama lah, sama-sama 2 jempol). Favorit saya itu Biskuat krim coklat, susu coklat, dan krim kacang. Mantap dah pokoknya, kan banyak gizinya dan menyehatkan (baca aja nutrition facts -nya di bawah). Tapi, saya enggak nyangka kalo efeknya sedemikian dahsyat: gendut yang gak terhindarkan.

 

Hipotesis #2: Fisik gak dilatih
Bahasa gampangnya siy jarang olahraga. Hehehehe, emang siy, malas malas malas. Selama ini gk ada latihan khusus.. cuma otak yang diperas utk ngerjain problem-problem chemical engineering . Kata bapak saya, kalo pikiran capek, skalian aja badannya dicapekkan supaya relaksasinya bisa langsung total. Intinya yah harus seimbang antara mind dan body . Gitchu..

Hipotesis #3: Metabolisme yang lambat
Hei, metabolisme itu apa siy sebenernya? Setau saya sederhananya, metabolisme adalah proses oksidasi bahan baku (alias makanan) utk menghasilkan produk (yang artinya energi) di dalam sel. Bener gk? Saya pernah baca, orang-orang yang metabolismenya lambat punya kecenderungan untuk punya badan ‘mekar’. Ih, kok bisa yah? Emang gimana mekanismenya? Yang berkompeten, tolongin aku dunk..

Hipotesisnya masih ada yang lain, tapi terlalu banyak dan susah dijelaskan secara rasional (hahaha, maksudnya??). Ada juga hipotesis #4. Ini nih..

Hipotesis #4: Akibat badan yang malas bergerak, ditambah kegiatan ngemil yang excessive, dan metabolisme yang lambat.
Iya tuh, walopun keliatannya rumit. Kayaknya siy gini: gara-gara fisik gak dilatih, metabolisme yang terjadi melambat karena peredaran darah yang gak lancar. Trus juga glukosa yang masuk akan gampang diubah jadi lemak (eh, kok bisa nih? Hubungannya apa?), ditambah dengan makanan gak diperlukan yang masuk secara membabi buta (maksudnya cemilan). Hasilnya yah gini nih, bagaikan kaktus di padang pasir. Mekar sepanjang hari. Lho??

Masih bingung.. masih bingung, kan saya cuma orang awam yang ingin mengerti situasi tubuh saya. Jadi tolong bagi insan-insan yang berkecimpung di bidang ini, bantuin saya dong.. Bantu ngasih solusi untuk mendapatkan tubuh saya yang udah hilang beberapa bulan lalu (ceileee, jijay bo), sebelum saya kelewat depresi. Hohohoho. Strateginya gimana yah?

~ by ikoiko on March 21, 2009.

Leave a Reply